Donald Lantu baru saja menerima gelar guru besar di bidang Business Leadership di akhir 2024 lalu. Ini adalah pencapaian luar biasanya setelah 20 tahun pengabdian di SBM ITB. Prof. Donald menuturkan, segala pencapaian yang diraihnya tidak lepas dari peran besar SBM ITB dan para anggota (dosen dan tenaga pendidik) yang saling mendorong pengembangan stafnya, baik secara kebijakan pimpinan, sistem, dan budaya.

Integrasi Akademisi dan Praktisi di SBM ITB

Menurut Donald, SBM ITB memiliki nilai dan praktik berbeda dalam pengembangan tenaga pendidik. Tidak hanya mendorong dosen untuk berkarir di jalur akademik, SBM ITB juga membuka kesempatan bagi para praktisi industri untuk bergabung dan berbagi pengalaman mereka di dunia akademik. Sebaliknya, dosen yang berasal dari jalur akademik juga didorong untuk mendapatkan pengalaman praktis melalui magang atau keterlibatan langsung di industri.

Prof. Donald memilih jalur unik dalam memperkaya pengalaman praktikalnya, yaitu dengan menjadi akademisi sekaligus investor dan pebisnis. Ia meyakini bahwa pemahaman teori perlu dilengkapi dengan pengalaman nyata agar dapat memberikan wawasan yang lebih dalam kepada mahasiswa. Pendekatan ini sejalan dengan visi SBM ITB yang ingin menghadirkan pendidikan berbasis pengalaman nyata (real-life experience), tidak hanya sekadar berdasarkan referensi literatur dan hasil riset dosen.

Berinovasi dalam Pengajaran: Buddy System, Experiential Learning, dan Flipped Classroom

Sebagai pendidik, Prof. Donald terus menghadirkan berbagai inovasi dalam metode pembelajaran. Salah satu inovasi yang ia gagas adalah Buddy System untuk mahasiswa S1 SBM, sebuah sistem peer-coaching dan mentoring yang mendorong proses komunikasi mahasiswa dengan dosen wali, serta sesama mahasiswa untuk saling mendukung dalam menjalani peran akademik mereka secara optimal.

Selain itu, Prof. Donald juga aktif mengadopsi metode pembelajaran experiential learning (Kolb), di mana mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar melalui proyek kelompok, simulasi, gamification dan peer-evaluation. Metode ini diterapkan secara khusus pada mata kuliah yang berfokus pada pengembangan soft-skills (leadership, teamwork, change management), yang menjadi salah satu kompetensi utama yang ingin dibangun SBM ITB.

Prof. Donald juga menerapkan metode Flipped Classroom, di mana mahasiswa mendapatkan materi sebelum kelas berlangsung. Kelas kemudian difokuskan untuk diskusi dan penerapan langsung melalui tugas atau studi kasus. Metode ini memungkinkan mahasiswa untuk lebih aktif dalam memahami materi dan meningkatkan keterampilan analitis dan kompetensi-kompetensi kritikal untuk masuk ke dunia kerja.

Dedikasi untuk Pengabdian Masyarakat: Transformasi UMKM Pasar Cihapit

Selain aktif dalam dunia akademik, Prof. Donald juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pengabdian masyarakat. Salah satu kontribusinya adalah dalam pengembangan UMKM di Pasar Cihapit, di mana ia bersama mahasiswa MBA CCE SBM ITB membantu mentransformasi pasar tradisional ini menjadi lebih modern dan kekinian. Selain perbaikan dari sisi fisik, program ini juga menghadirkan pelatihan customer service, manajemen keuangan, dan pendampingan bisnis bagi para pedagang. Inovasi lainnya adalah Sekolah Pasar, sebuah program edukasi bagi anak-anak pedagang pasar agar mereka mendapatkan kesempatan belajar yang lebih baik.

Program serupa juga dilakukan di kawasan Gelap Nyawang, di mana Prof. Donald dan timnya memberikan pendampingan bagi UMKM lokal untuk meningkatkan daya saing mereka. Pendekatan ini menegaskan pentingnya keterlibatan akademisi dalam membantu sektor informal agar dapat tumbuh dan berkembang.

Inovasi di Dunia Bisnis dan Pendidikan: Executive & Inclusive Education sebagai Program Unggulan Pengembangan Kepemimpinan

Sebagai pakar dalam bidang Business Leadership, Prof. Donald berperan aktif terhadap pengembangan pemimpin di berbagai tingkatan, mulai dari supervisor, manajer, hingga direktur di perusahaan multinasional, BUMN, dan swasta.

“Memang ada program MBA, tapi kadangkala perusahaan butuh mengembangkan pemimpin yang disesuaikan dengan kebutuhan internal perusahaan, baik secara kompetensi, maupun konteks dalam waktu yang lebih singkat dan biaya yang tidak terlalu mahal”, tuturnya.

Untuk menjawab kebutuhan industri dalam mengembangkan pemimpin, ia menggagas program Mini MBA. Mini MBA adalah program pelatihan bisnis intensif selama tiga bulan yang dirancang untuk membekali pemimpin bisnis, termasuk pemilik UMKM dan bisnis keluarga, dengan keterampilan manajerial terkini dan berbagai metode pembelajaran. Program ini pertama kali diperkenalkan dalam skema B2B (Business-to-Business) pada 2017, sebelum akhirnya berkembang ke skema B2C (Business-to-Consumer) sejak 2021 bersama para mitra edutech. Antusiasme tinggi dari peserta membuktikan bahwa program ini berhasil mengisi celah dalam pendidikan bisnis yang lebih fleksibel dan aplikatif serta ampuh dalam pengembangan pemimpin organisasi.

Sejalan dengan visi Prof. Kuntoro Mangkusubroto sebagai pendiri SBM ITB, yang ingin menghadirkan pendidikan bisnis berkualitas dunia yang dapat diakses oleh semua orang (inclusive education), Prof. Donald mengembangkan konsep Mini SBM. Program ini ditujukan bagi siswa SMA dan SMK yang tidak sanggup melanjutkan kuliah dengan menggandeng perusahaan sebagai mitra industri. Dalam pelaksanaannya, Mini SBM memberikan pendidikan manajemen yang relevan dengan kebutuhan industri, serta kesempatan magang berbayar (paid internship). Pada program perdananya, Mini SBM bekerja sama dengan TACO, dan berhasil membuka peluang bagi lulusan untuk langsung direkrut sebagai karyawan penuh waktu. Selain itu, program ini tidak dipungut biaya sepeser pun, bekat kontribusi penuh dari SBM ITB dan TACO. Saat ini, Mini SBM melanjutkan perjalanannya bersama Amartha di bidang entrepreneurship.

“Inclusive education ini menjadi program unggulan saya, di mana saya ingin menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas dunia di bidang bisnis dan manajemen yang bisa diakses segenap lapisan masyarakat.”, tegasnya.

Melalui inovasi ini, Prof. Donald tidak hanya memperluas akses terhadap pendidikan bisnis berkualitas, tetapi juga menjawab tantangan industri dalam mencari tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri, juga pebisnis yang andal.

Mendorong Perubahan dalam Model Bisnis Institusi Pendidikan

Selain berkontribusi dalam pengajaran, riset dan, pengabdian masyarakat, Prof. Donald juga mendorong institusi pendidikan untuk mengubah model bisnisnya. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi perlu lebih kreatif dalam memaksimalkan sumber pendanaan alternatif, membangun inovasi yang lebih berdampak, serta menghasilkan riset yang solutif untuk menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.

Dengan berbagai kontribusi dan inovasi yang telah ia lakukan dalam bidang pengajaran, riset, pengabdian masyarakat, dan pengembangan industri, Prof. Donald Crestofel Lantu, Ph.D tidak hanya membuktikan dirinya sebagai seorang akademisi andal, tetapi juga sebagai inovator yang membawa dampak nyata bagi dunia pendidikan bisnis di Indonesia.

Kontributor: Cindy R. Meilynda, MSM 2024