Management of Technology Laboratory (MoTLab) SBM ITB bekerjasama dengan Lembaga Penelitian, Inovasi, dan Komersialisasi (LPIK) ITB menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) secara daring dengan tema “Manajemen Komersialisasi Teknologi di Perguruan Tinggi”. Acara ini diadakan pada hari melalui platform Zoom Meeting (12/7) dengan live streaming di kanal YouTube https://www.youtube.com/live/fRe9ZEpZAm0?feature=share.
FGD ini menghadirkan narasumber-narasumber terkait, di antaranya Direktur Utama PT. Rekacipta Inovasi ITB, Sekretaris Lembaga Bidang Transfer Teknologi LPIK ITB, Komisaris PT. Rekacipta Inovasi ITB, Direktur BPUDL-ITB, Direktur PUI UGM, Kepala LKST IPB University, inventor, investor (MDI Telkom), perwakilan industri (SME dan startup) seperti Lintasarta dan Kazee, perusahaan besar (BUMN dan swasta), serta perwakilan dari pemerintah. FGD ini diselenggarakan untuk melihat sejauh mana praktik komersialisasi teknologi yang berkembang di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.
Acara ini dibuka oleh perwakilan LPIK ITB, Arif Sasongko, PhD. yang memberikan bahan diskusi terkait pentingnya kolaborasi dengan industri serta kebutuhan akan sandboxing riset, ”Kolaborasi dengan industri dan upaya sandboxing riset menjadi tantangan yang perlu didiskusikan di forum ini”, ungkap Sekretaris Lembaga Bidang Inovasi LPIK-ITB.

Rofiq Iqbal, Ph.D., Sekretaris Lembaga Bidang Transfer Teknologi, LPIK ITB memaparkan manajemen komersialisasi hasil riset ITB melalui LPIK ITB.

Proses komersialisasi teknologi menjadi aspek penting dalam kemajuan bangsa. Perguruan tinggi sebagai pusat riset memiliki potensi besar untuk berkontribusi melalui proses komersialisasi produk-produk riset. Namun, untuk meningkatkan efektivitas proses komersialisasi di perguruan tinggi, perlu adanya upaya perbaikan terus-menerus.

Direktur Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari (BPUDL) ITB Deddy P. Koesridartoto, Ph.D., menyoroti skema komersialisasi riset kampus yang masih dirasa overlap sehingga perlu di orkestrasi lebih baik, “Kolaborasi antara usaha-usaha komersialisasi riset di ITB, seperti yang sudah dilakukan oleh PT. Rekacipta Inovasi ITB dan LPIK perlu dikelola dengan baik.”, ungkap beliau.

Deddy P. Koesridartoto, Ph.D., Direktur BPUDL ITB, memaparkan peran BPUDL ITB dalam mendukung komersialisasi teknologi di ITB

Dalam acara ini, dilakukan diskusi yang dimulai dengan narasi dari aktor atau institusi yang terlibat dalam komersialisasi teknologi di perguruan tinggi, baik dari ITB, IPB, UGM, dan dilanjutkan dengan tanggapan dari inventor, investor, industri, dan perusahaan.

Prof. Erika Budiarti Laconi, Kepala LKST IPB University, memaparkan upaya-upaya IPB University dalam komersialisasi dengan semangat satu pintu, di mana seluruh usaha komersialisasi difasilitasi oleh IPB, “Di IPB tidak ada dosen yang bekerja sendiri, semua melalui LKST IPB University.” Ungkap Prof. Erika.

Dr. Hargo Utomo, Direktur PUI UGM, menambahkan bahwa salah satu faktor penting dalam usaha komersialisasi adalah pemahaman akan kebutuhan dan perilaku pasar, “Komersialisasi inovasi teknologi lebih banyak bertumpu pada olah ‘seni’ (Art) dibanding ‘ilmu’ (Science)”, ungkapnya.

Prof. Erika Budiarti Laconi, Kepala LKST, IPB University, memaparkan manajemen komersialisasi hasil riset di IPB University

Dalam Focus Group Discussion ini, diharapkan dapat diperoleh wawasan yang berharga dan solusi untuk meningkatkan efektivitas komersialisasi teknologi di perguruan tinggi, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan inovasi di Indonesia. Beberapa catatan yang dibuat oleh moderator, Dedy Sushandoyo, Ph.D, dari MoT Lab yaitu pentingnya good governance dan totalitas dalam pengelolaan komersialisasi teknologi, perlu mengetahui dan mengikuti potensi pasar/demand, pentingnya keberpihakan pada peneliti, perlunya playbook komersialisasi, sandboxing di Science Techno Park, dan kerjasama serta komunikasi dengan industri secara berkelanjutan.

Foto bersama peserta Focus Group Discussion Daring: Manajemen Komersialisasi Teknologi di Perguruan Tinggi.
Written by MoT Lab team (Uruqul Nadhif & Anisa Azizah)